Sabtu, 17 Oktober 2015

Saat Aku Wisuda (my lil bro)



Perkenalkan nama saya Fadhlun Halim Regendo, saya Alumni Politeknik Sriwijaya Palembang Tahun 2014. Latar belakang pendidikan saya ialah Teknik Elektro. Program studi : Teknik Elektronika.
Kenapa saya memilih program studi teknik elektronika karena menurut saya itu keren, mengenai listrik dan bagi saya jurusan tersebut cocok banget buat laki-laki. Ternyata setelah saya tahu Teknik Elektronika mempelajari tentang Arus Lemah dan belajar cara membuat atau merakit robot..OMG, saya jadi berfikir itu sangat sulit buat saya jalani, tetapi dengan landasan ibadah dan dukungan dari orang tua serta keluarga membuat saya termotivasi dan berfikiran positif bahwa jurusan yang telah saya pilih harus saya jalanin.
Baiklah saya akan kupas tuntas semua cerita saya bagaimana saya menjalani dan melewati kehidupan study di bangku kuliah.
            “SAAT AKU WISUDA”
Awal semester pertama seperti pada umumnya kuliah berjalan nampak biasa dan dibutuhkan adaptasi terlebih dahulu. Pelajaran pertama saat kuliah langsung masuk bengkel Elektronika dimana seumur umur tidak pernah memegang kikir, memotong besi dan mengamplasnya untuk membuat profil yang diperintahkan oleh Instruktur atau Dosen. Itu dibutuhkan tenaga yang extra, kesabaran dan ketelitian untuk membuat profil tersebut, profil tersebut sesuai dengan ukuran. Dimana Moto dikampus saya adalah “Tepat Waktu, Tepat Aturan dan Tepat Ukuran”. Alhamdulillah kami semua mampu mengerjakan proyek pertama tersebut sehingga membuat saya sedikit lega. Setelah selesai mata kuliah tersebut kamipun pulang dan hangout bersama teman-teman, pergi ke mall dan karokean, karena awal semester kuliah belum ada tugas yang diberikan oleh dosen.
Selanjutnya kami mendapati pelajaran Rangkaian Elektronika dan ini juga pertama kalinya saya memegang Solder. Kami diajari bagaimana cara menyolder yang baik, menyolder kabel, menyolder tembaga dan menyolder paku payung. Pada saat menyolder kabel saya kesulitan karena kabel yang saya solder itu tidak lurus tetapi, saya coba terus dan alhamdulillah solderannya bagus dan kabelnya menjadi lurus. Setelah itu, kami diberi tugas membuat rangkaian untuk mengidupkan lampu dengan tegangann 5 V di papan yang dilapisi oleh kertas yang telah dibuat kotak-kotak dan diatasnya ditusukkan paku payung sesuai dengan ukuran standar layout yang diberikan oleh dosen, lalu saya mulai menyolder kabel diatas paku payung untuk menghubungan antara paku payung satu dan yang lainnya serta ada satu resistor yang berfungsi sebagai tahanan agar lampu tidak putus. Akhirnya saya pun selesai membuat rangkaian tersebut dan menghadap dosen untuk percobaan ternyata rangkaian saya itu lampunya hidup dan tegangannya 5 V, rasanya sungguh sangat senang dapat menghidupkan bola lampu tersebut karena ada teman saya yang lampunya gak hidup dan tegangannya kurang dari 5 volt.
            Pada saat menjelang ujian semester pertama saya terkena penyakit cacar air, oh my God padahal satu hari lagi menejang ujian semester, jadi saya diajak abang saya berobat kedokter dan dianjurkan minum air kelapa muda agar cacarnya cepat keluar, tetapi kondisi tubuh saya kurang fit serta gatal-gatal menyerang meskipun begitu saya bertekad besok harus ikut ujian karena saya gak mau ujian susulan dikarenakan suasananya pasti sendirian dan mencekam. Dengan mengucapkan Bismillah saya minum obat dan mengoleskan salep ditempat yang ada cacarnya, akhirnya sayapun berangkat kekampus untuk mengikuti ujian.
            Ujianpun dimulai mata kuliah pertama adalah Agama Islam dan Bahsa Indonesia, sayapun bisa mengerjakan mata kuliah Agama Islam dengan baik tetapi, ketika ujian Bahasa Indonesia tubuh saya drop, panas semain tinggi dan gatal-gatalpun menyerang dan tidak konsentrasi lagi mengerjakannya. Alhasil saya buru-buru untuk menyelesaikan soal tersebut dan langsung pulang.
Hari ke-2 badan saya mulai membaik dan saya dapat mengikuti ujian dengan konsentrasi sampai hari-hari berikutnya.
            Tibalah hasil dari ujian semester pertama saya, hasilnya bagus tetapi saya sudah menduga bahwa nilai mata kuliah Bahasa Indonesia mendapatkan nilai “C” dimana mata kuliah tersebut 3 SKS. Sayapun disuruh menghadap dosen yang bersangkutan untuk mengerjakan tugas perbaikan nilai dan akhirnya saya mendapatkan nilai “B” mata kuliah Bahasa Indonesia. J
            Semester dua pun dimulai dengan pengembangan dasar-dasar elektronika. Kami ditugaskan untuk membuat “design layout” sebagus mungkin, menurut saya ini lah tugas yang paling sulit di semester ini, karena design layout yang kita buat tidak mungkin sama dengan yang lain jadi kita harus kerja sendiri-sendiri dan mengatasi masalahnya sendiri-sendiri pula. Disinilah saya sangat pusing membuat jalur rangkaian tersebut, apalagi ditambah dengan posisi letak kaki IC (Intergrated Circuit) yang berupa seperti cermin artinya kebalikan dengan posisi letak IC pada papan PCB (Print Circuit Board), sayapun berulang ulang kali membuat layout tersebut dan membuat saya pusing.
            Dua minggu kemudian, bertemu kembali dengan pelajaran tersebut dan saya berusaha semampu saya dan akhirnya mampu menyelesaikannya. Sehubungan dengan itu proses pembuatan rangkaian elektronika adalah :
1.      Membuat design layout yang telah saya pelajari,
2.      Pengeboran papan PCB untuk meletakkan kaki komponen-komponen elketronika,
3.      Setelah itu dilaksanakan penyolderan komponen elektronika pada papan PCB.
Demikianlah kegiatan kami sehari-hari dalam menyelesaikan tugas di semester dua.
            Di pertengahan semester, yaitu semester tiga pelajaran yang diterima semakin meningkat dan aktivitas kegiatan semakin padat. Terutama pembuatan rangkaian yang judulnya ditentukann oleh kelompok masing-masing. Kelompok saya terdiri dari 2 orang. Akhirnya kami menentukan tugas yang diberikan dosen yang berjudul “Rangkaian Penghalau Maling” Proyek ini dikerjakan dalam waktu enam bulan (satu semester) sedangkan saya masih memiliki tugas mata kuliah elektronika Digital yang tingkat kesulitannya cukup menguras tenaga dan pikiran. Selanjutnya hal itu saya jadikan tantangan. Dalam membuat Rangkaian Penghalau Maling ini telah dilakukan beberapa kali percobaan dan hasilnya selalu gagal ditambah lagi pada saat pelajaran Elektronika Digital, saya mendapatkan tugas untuk menyelesaikan soal yang ada di papan tulis tetapi, saya belum sanggup menyelesaikannya sehingga dosen sayapun marah dan memerintahkan saya untuk membuat satu soal serta jawabannya 100 kali. Saya pun fokus untuk menyelesaikan tugas tersebut.
            Sehubungan dengan itu, barulah saya mengerjakan kembali proyek rangkaian penghalau maling dimana saya coba kembali ternyata gagal lagi, kendalanya jalurnya putus, komponennya terbakar, short circuit dan masih banyak kendala-kendala yang mesti saya hadapi. Tetapi saya mencoba dan terus mencoba karena saya termotivasi dengan perjuangan Thomas Alpha Edision yang berhasil menemukan listrik dengan beribu-ribu kali percobaan. Akhirnya rangkaiann kami berhasil pada saat menjelang satu hari sebelum rangkaian diuji coba oleh dosen pembimbing. Pada saat menguji kembali ternyata rangkaian tersebut mati. Disaat itu saya panik tetapi saya tidak berhenti untuk mencari letak gangguan rangkaian saya dan sayapun menemukan gangguannya yang berada di kabel sumber dengan kondisi solderan yang lepas. Akhirnya saya pun menyoldernya kembali. Alhamdulillah pada saat melakukan pengujian didepan dosen, rangakain kami berhasil dan kami pun tersenyum bahagia.


Description: C:\Users\FADHLUN\Documents\Bluetooth\Inbox\IMG_20130627_185934.jpg


                                         Rangkaian Penghalau Maling
            Setelah itu, dosen pembimbing kami pun bertanya bagaimana cara kerja rangkaian tersebut dan hukum-hukum elektronikanya. Saya pun menjawab dengan sigap, alhamdulillah kami pun mendapat nilai “A” J
            Memasuki semester empat, semakin bertambahlah tugas dan kegiatan saya, dimana pada semester ini kami sudah dijadwalkan untuk “Kerja Praktek” atau “Magang”. Kelompok saya mengajukan proposal di Perushaan PT Pertamina (Persero) RU III Plaju Palembang. Pada bulan Ramadhan proposal kami diterima oleh perusahaan. Kami mendapatkan wilayah magang di maintenance area satu bagian instrumentasi. 2 minggu kegiatan yang kami lakukan adalah teori tentang single line diagram atau cara-cara kerja dari alat-alat yang ada di Pertamina, seperti control valve, PLC (Programable Logic Control), furnace dll. Setelah 2 minggu barulah kami diajak kelapangan untuk mengenal cara kerja serta memulai memikirkan judul untuk laporan kerja praktek.
            Pada saat pengambilan judul laporan kerja praktek, judul saya sama dengan teman satu kelompok saya, itu membuat saya sedikit kesal karena saya lebih dahulu mengambil judul tersebut, akhirnya saya putuskan untuk mengganti judul yang baru yaitu Tempratur Control pada Furnace II PT Pertamina RU III Plaju. Saya mendapatkan pembimbing yang luar biasa telitinya yang mebuat sedikit kaget, tetapi saya tetap jalani. Saya berusaha mengerjakan laporan. Pada saat pertama bimbingan, saya kaget karena suara yang lantang dari dosen pembimbing saya dan masih banyak juga yanng harus di revisi. Ditambah lagi laporan kelompok untuk Perusahaan, belum lagi laporan kelompok yang saya ajukan masih banyak direvisi juga, dimana saat itu bertepatan dengan bulan ramadhan, saya sempat bolak balik untuk menemui dosen pembimbing saya dan bolak balik ke perusahaan. Jarak tempuh dari perusahaan kerumah sangat jauh, dan ke kampus saya lumayan jauh juga. Sehingga membuat saya pusing, capek dan terkadang rasa malas itu akhirnya datang. Tetapi saya harus tetap bertekad untuk dapat menyelesaikan laporan kelompok dan individu saya, karena saya yakin semua akan ada hikmahnya.
            Akhirnya setelah bertekad menyelesaikan laporan KP (Kerja Praktek), saya fokus menyelesaikan laporan individu. Saya bimbingan kembali dengan dosen pembimbing dan ternyata masih ada yang mesti di revisi. saya tetap semangat mengerjakannya, berfikiran postif, dan tidak lupa pula setiap pagi saya menegakkan solat sunah yaitu solat duha. Saya mengadukkan semua kesulitan saya kepada Maha Pencipta (Allah SWT) dan ditambah keluarga yang selalu medoakan dan mensupport saya. Setelah beberapa kali bimbingan, akhirnya laporan individu saya di acc oleh dosen pembimbing. Alhamdulillah lega rasanya, saya segera mendaftar untuk sidang KP (Kerja Praktek). Saat sidang berlangsung saya mampu menjawab semua yang dosen penguji tanyakan dan selesai sudah sidang KP saya, meskipun masih ada yang harus direvisi. Ternyata sidang KP tidak begitu mebuat saya cemas hhe. Akhirnya keluar sudah nilai KP saya yaitu “A”.
            Berikutnya menempuh pendidikan di semester 5. Pada semester ini, kami mempunyai mata kuliah “Microcontroller” yaitu inti dari pembuatan robot atau alat untuk laporan akhir. Kami belajar dengan penuh semangat cara untuk membuat program suatu rangkaian dan sekali lagi bahwa kuliah di Politeknik Sriwijaya ini tidak lepas dari yang namanya tugas. Kami pun  diberi tugas kelompok dan individu pada mata kuliah “Microcontroller”. Kelompok kami memilih judul yaitu “ATAP STADION BUKA TUTUP OTOMATIS MENGGUNAKAN MICROCONTROLLER AT MEGA 128” untuk tugas individunya membuat “SISTEM MINIMUM MENGGUNAKAN MICROCONTROLLER AT MEGA 835”
            Pada saat mengerjakan proyek tersebut banyak menemukan kendala diantaranya pembuatan mekanik atap stadion yang bahannya menggunakan almunium serta plat baja untuk dindingnya. Bukan itu saja terkadang ada kendala dijadwal untuk mengerjakan proyek tersebut dengan teman kelompok, terkadang saya bisa mengerjakannya pada hari senin, teman saya tidak bisa dan sebaliknya. Sehingga kami mencari solusi dan menetapkan jadwal pembuatan proyek ini. Terdapat lagi kendala peralatan serta komponen yang sulit didapatkan maka dari itu kami mengatasinya dengan cara memesan ONLINE di dunia Eleketronik. Itu pun membutuhkan waktu yang cukup lama untuk proses pengiriman. Hari pun semakin mendekati proses pengumpulan dan persentasi alat yang dibuat. Kamipun mulai kebingungan dan pusing memikirkannya. Jadi kami bertanya dan meminta pendapat dengan kakak senior, alhamdulillah kakak senior kami baik mau mengajarkannya.
Kami pun dalam satu minggu 4 kali begadang untuk menyelesaikan proyek ini. Akhirnya proyek pun selesai dan siap di persentasikan, tetapi masih ada satu proyek lagi yang mesti diselesaikan yaitu tugas individu “Sistem minimum menggunakan microcontroller AT Mega 835” saat itu saya sudah melakukan 6 kali percobaan dan yang ke-7 nya alhamdulillah berhasil.

Description: C:\Users\FADHLUN\Documents\Bluetooth\Inbox\1505319_727079470638316_1447012446_n.jpg 


                         

   Atap stadion buka tutup otomatis
Sedangkan teman saya pun sudah 10 kali melakukan percobaan belum juga berhasil, memang tugas individu ini harus dikerjakan dengan penuh ketelitian, karena setiap komponen memiliki nilai yang harus dijaga kestabilannya. Oleh karena itu, kami yang sudah menyelesaikan tugas individu ini saling membantu teman yang lainnya untuk menyelesaikan tugas tersebut.
Akhirnya sampai juga di semester akhir yaitu semester enam yaitu semester yang menegangkan dan penuh tanda tanya dibelakangku, karena sudah harus memikirkan judul laporan akhir. Kemudian baru mencari teman kelompok. Setelah mendapatkan teman kelompok, selanjutnya memikirkan judul apa yang akan diajukan. Kami memiliki beberapa judul diantaranya :
1.      Miniatur smart stadion sepak bola menggunakan AT Mega 128
2.      Alat pemeroses PCB otomatis menggunakan printer epson L800 microcontroller AT Mega 128

Pertama saya mengajukan judul yang ke satu tetapi dosen pembimbing saya tidak setuju karena terlalu mudah untuk dua orang. Kemudian saya mengajukan judul selanjutnya selain itu yaitu judul yang ke dua “Alat pemeroses PCB otomatis menggunakan printer epson L800 microcontroller AT Mega 128” Alhamdulillah di setujui dosen pembimbing walaupun dihati kami bingung karena pembuatan alat ini baru pertama kali dibuat di Politeknik Negeri Sriwijaya.
Setelah itu proses pembutan dimulai dari sketsa alat, menentukan ukuran mekaniknya dan mempersiapkan komponen elektronikanya. Awalnya pembuatan mekaniknya belum menemukan kendala. Sampai memasuki proses pembuatan alat atau rangkaian elektronikanya serta program yang akan dibuat. Pada posisi tersebutlah banyak menemukan kendala diantaranya modifikasi printer, penggantian tinta, pemasangan sensor membutuhkan waktu yang sangat panjang. Kamipun semakin tertekan, teman saya ada yang sudah menyelsaikan alat LA (laporan akhir) nya dalam waktu 3 bulan. Kami sempat berfikir alat ini tidak dapat selesai tepat waktu. Tetapi dengan semangat dan dorongan dari orang tua serta teman-teman kamipun berusaha dengan keras untuk menyelesaikannya mulai dari nyolder, mengelas, begadang, serta pergi kerumah kakak senior yang jauh, semua kami lakukan demi untuk mengikuti WISUDA.  Waktu pun semakin sempit, alat kamipun masih belum selesai masih terkendala di printer khususnya pada saat pencetakan layout pada papan PCB. Kami semakin berdebar-debar ditambah uang sudah habis kurang lebih 10 Juta belum lagi bimbingan dosen, serta laporan yang terus direvisi oleh dosen pembimbing. Karena alat dan laporan yang dibuat belum selesai kamipun di TUNDA 2 minggu untuk mengikuti sidang LA. Oh My God... betapa sedihnya saya...
Sekali lagi dengan dorongan semangat dan dukungan teman-teman serta saya ingat kata-kata ustadz Yusuf Mansyur “bahwa Allah tidak akan memberikan ujian melebihi batas kemampuan hambaNya” dan teringat kata-kata kakak perempuan saya adalah dik, coba kamu laksanakan solat duha sebanyak 8 rakaat karena saya membaca official Ustdaz Yusuf Mansyur “The Miracle of Sholat Duha”
Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, akhirnya alat dan laporan akhir saya selesai dan siap untuk di sidangkan...
Sidangpun tiba, saya adalah orang yang pertama maju untuk sidang pada rombongan saya, tidak lupa membaca bissmillah saya memasuki ruang sidang. Sidangpun berjalan lancar dan saya dinyatakan LULUS. Alhamdulillah.......
Siap untuk di wisuda pada tanggal 31 Agustus 2014 dan alhamdulilah saya dapat mengabdikan ilmu saya pada PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA         (PT. PLN PERSERO)...........


Description: C:\Users\FADHLUN\Documents\Bluetooth\Inbox\IMG_20140629_113345.jpg
 



           



Description: C:\Users\FADHLUN\Documents\Bluetooth\Inbox\IMG_20140621_141052.jpg
 








Description: C:\Users\FADHLUN\Documents\Bluetooth\Inbox\IMG_20140304_202946.jpg
 






                         



Description: C:\Users\FADHLUN\Documents\Bluetooth\Inbox\IMG_20140909_014325.jpg
 




                 







Description: C:\Users\FADHLUN\Documents\Bluetooth\Inbox\IMG_20130729_153418.jpg



Description: C:\Users\FADHLUN\Documents\Bluetooth\Inbox\IMG_20140909_024201.jpg


Description: C:\Users\FADHLUN\Documents\Bluetooth\Inbox\IMG_20150826_095533.jpg
 
















Rabu, 30 April 2014

Cara memperkenalkan diri dlm bhs Prancis


Bonjour !
[bongzhuhr]
Halo !
Halo !

Je m'appelle Miftah
[zhu mapel Miftah]
I'm Miftah
Nama saya Miftah

Je suis étudiant(e) à l'Université de PGRI Palembang
[zhu swi etudiang a lunivehrsite du PGRI Palembang]
I'm a College Student at PGRI University of Palembang
Saya adalah mahasiswa(i) di Universitas PGRI Palembang

J'habite à Palembang
[zhabit a Palembang]
I live in Palembang
Saya tinggal di Palembang

J'ai 22 ans
[zhe vang deu-z-ong]
I'm 22 years old
Saya berumur 22 tahun

Je suis musulman
[zhu swi muzulmong]
I'm Muslim
Saya beragama Islam

J'aime beaucoup lire des romans, ecrire de nouvelle, regarde le cinema, écouter de la musique
[zhem boku liehr de rumong, ekhrihr de nuvel, regahrd lu sinema, ekute du la muzik]
I like read novel, write, watching film and listening music
Saya sangat suka membaca novel, menulis cerpen, menonton film, mendengarkan musik

Je parle français et anglais
[zhu pahrl frongse e onggle]
I speak France and English 
Saya berbicara bhs prancis dan inggris

Merci
[mehrsi]
Thankyou
Terima kasih

Ayo Belajar Bahasa Perancis!! Apprenons le Français !!

Berikut adalah kata-kata dasar untuk berkenalan dalam bahasa prancis.

Mari belajar bahasa prancis!!

Bonjour, je m’appelle Lycans.
Hai/Selamat Pagi/Selamat Siang, Nama saya Lycans.

Enchanté.
Senang berkenalan dengan Anda

Comment ça va?
Apa kabar?

Je vais bien, merci. Et vous?
Saya baik-baik saja, terimakasih. Kalo kamu?

Très bien, merci.
Baik-baik saja, terimakasih.

Au revoir.
Sampai jumpa

Subjek dalam bahasa Perancis

 Dalam b.perancis ada beberapa subjek, yaitu : Je, tu, vous, il, elle, dan nous.

Je artinya saya
Tu artinya kamu (informal)
Vous artinya anda (formal), kalian
Nous artinya kita
il artinya dia (laki2)
elle artinya dia (perempuan).
ils artinya mereka laki-laki banyak
elles artinya mereka perempuan banyak.

contoh :
je t’aime : Saya mencintaimu
Tu m’aimes : Kamu mencintaiku
Il t’aime : Dia (he) mencintaimu
elle t’aime : Dia (She) mencintaimu

Kata Sandang Dalam Bahasa Perancis – Articles français

 
 Dalam bahasa Perancis dikenal tiga jenis kata sandang, yaitu:
1. Definite Article (Articles définis)
2. Indefinite Article (Articles indéfinis)
3. Partitive Article (Articles partitifs)

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas kata sandang (article) yang pertama. Yaitu definite article.
Oke, definite article dalam bahasa perancis memiliki arti ‘the’ dalam bahasa inggris. Bedanya, dalam bahasa perancis, kata sandang ini berubah tergantung kata benda di depannya, yaitu tergantung tunggal atau jamaknya benda serta gender dari benda tersebut, juga huruf depan kata benda itu.
Seperti dalam bahasa Inggris, penggunaan definite article dalam bahasa Perancis ini ialah untuk kata benda spesifik yang diketahui oleh pembicara dan pendengarnya.

Ada empat definite articles dalam bahasa perancis, yaitu :
1. le untuk masculine tunggal
2. la untuk feminine tunggal
3. l’ untuk masculine dan feminine yang dimulai huruf vokal atau h muet.
4. les untuk masculine dan feminine jamak.


Contoh penggunaan untuk le :
Le livre artinya buku (itu).

Contoh penggunaan untuk la :
La banque artinya bank (itu).

Contoh penggunaan untuk l’ :
L’'homme artinya laki-laki.
L’'enfant artinya anak

Contoh penggunaan untuk les :
Les livres artinya buku-buku.

Ada sedikit perbedaan dengan penggunaan definite article (the) dalam bahasa Inggris, dalam bahasa Perancis articles définis ini juga digunakan untuk kata benda jamak dengan interpretasi umum dan benda-benda abstrak. Contoh:
J’'aime la glace. (perhatikan, ada kata la disana). Dalam bahasa inggris, artinya I like ice cream (saya menyukai es krim). Perhatikan, tidak ada kata ‘the’ disana.


Contoh lain :

C’est la vie ! (Begitulah kehidupan).
J’aime le lait. (Saya suka susu)
J’aime les romans. (Saya suka novel)
Le capitalisme a transformé ce pays. (Kapitalisme telah merubah negara ini)



Sumber :
http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000009613257/ayo-belajar-bahasa-perancis-apprenons-le-franais





.

BIARLAH MEREKA MAU BILANG APA

Lebih baik aku dibilang tak laku-laku dari pada di cap sangat laku hingga sampai bergonta ganti pasangan yang belum halal.

Lebih baik aku tak punya kebanggaan, kalau hanya kebanggaan atas banyaknya koleksi mantan pasangan yang belum halal.

Lebih baik aku menjaga fitrah diri daripada hanya sekedar mencari kesenangan diri.

Lebih baik aku mengejar cita cita dari pada hanya mengejar cinta yang belum waktunya.

Aku tak mau hidupku hanya mencari kesenangan sesaat, aku tak mau terjebak, aku tak mau mengorbankan jalan hidupku yang terasa singkat. Dengan di isi hal hal yang tak banyak membawa manfaat, dengan godaan godaan nafsu yang akan membuat diriku sesat.

Biarlah mereka mau bilang apa. Karena aku lebih memperdulikan ke fitrahan diriku, yang kelak akan kupertanggung jawabkan kepada Nya.

Dan yang pasti akan kupersembahkan diriku seutuhnya untuk pasangan halalku saja. Bukan untuk yang lain. Itulah pilihanku.

Sabtu, 26 April 2014

Cek Status Mahasiswa Anda di DIKTI

Check Status Mahasiswa Anda Di Situs Dikti, Cara Cek Status Mahasisawa Di Dikti. 
     
      Siapa yang tidak bangga Menyandang Gelar MAHA, Hanya TUHAN dan Mahasiswa lah yang Menyandang Nama ini .  Nah Status di Kampus Sudah Mahasiswa Dan sekarang apakah sudah benar benar status mahasiswa yang terakui dan tercatat di database DIRJEN PT KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL ataukah Hanya Nama Di Lingkungan Kampus aja.
Bersyukur bila kita Tercatat di data EPSBED (EPSBED=Evaluasi Program Studi berdasar Elektronik Data, Karena salah satu syarat memperoleh beasiswa DIKTI  adalah tercatat di EPSBED. Dan kedepannya bila mahasiswa tersebut lulus dan mendapat gelas sarjana, Dan Jika ada lembaga/institusi/perusahaan tempat kerja kita  ingin cek tentang Data-data Kita, Maka Mereka bisa dicek di EPSBED.
Ini masalahnya ? Bila nama Sobat tidak terdaftar di EPSBED Maka status Mahasiswa dan kesarjanaan (Telah Tamat ) tidak terakui di Kementerian Pendidikan Nasional. Dan Tentu Saja Sobat Di Anggap Kuliah Di PT bodong dan Mahasiswa Bodong. kasihan, ( Tapi Jarang yang Ada saya rasa ).
Nah Apa Salahnya Kita Cek Dulu datanya : siapa tau saja belum di masukin oleh Kampus Atau sudah masuk tapi Salah Jurusan hehehe ( Mungkin ). Ok. Silahkan Sobat cek Disini
 
 
2. setelah itu pilih pencarian data, kemudian data mahasiswa.
3. Masukkan nama perguruan tinggi, program studi, dan katakunci (dapat diisi nama, maupun NPM) pada kolom yang tersedia. kemudian klik pilihan "Cari Mahasiswa"
 4. Taaa~~Daaaa... hasilnya pun akan muncul, jika anda telah terdaftar makan akan muncul tampilan sebagai berikut:
 


Beres deh.. situs ini, selain menyediakan pencarian data mahasiswa, juga dapat menyediakan data program studi, perguruan tinggi, termasuk data dosen.
apakah dosen yang selama ini membimbing anda telah terdaftar? atau hanya KW, KW-an saja?? teman-teman bisa cek di situs ini juga http://forlap.dikti.go.id/
sumber:
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20130830012417AAoEJJ4
http://forlap.dikti.go.id/

Jumat, 25 April 2014


Mengapa Kamar Mandi Jadi Rumah Iblis?

DALAM sebuah hadits, Rasulullah SAW bercerita bahwa Iblis meminta tempat tinggal kepada Allah SWT seperti halnya Allah SWT memberikan tempat tinggal anak-anak Adam berada di bumi.

‘‘Ya Allah, adam dan keturunannya Engkau beri tempat tinggal di bumi, maka berilah pula aku tempat tinggal,’’ kata iblis.

Allah SWT berfirman; ‘‘Tempat tinggalmu adalah WC (kamar mandi atau jamban),’’ (HR. Bukhari).
Dari situlah kemudian iblis pun menggoda setiap orang yang memasuki rumahnya yang berupa kamar mandi, jamban atau WC.

Godaan iblis macam-macam dan aneka warna. Contohnya menggoda manusia agar;

Berlama-lama di dalam kamar mandi.
Bernyanyi atau
berkata-kata.
Bermain-main air atau sesuatu yang lain (bawa ipod mendengarkan musik).
Membisiki seseorang supaya kencing sambil berdiri.
Membiarkan baju yang kotor tergantung dalam kamar mandi.
Melupakan seseorang untuk berdoa ketika akan masuk atau keluar dari kamar mandi.
Melakukan hal asusila.
Melakukan Wudlu sambil telanjang.
Mengcoret-coret dinding kamar mandi.
Merencanakan kejahatan.

Maka, hati-hatilah sewaktu dalam WC atau kamar mandi. Dan tips yang baik adalah; lakukan mandi, buang air dll sewajarnya saja, lebih cepat lebih baik.





Bagi temen2 yang belum mengetahui doa masuk dan keluar WC ini diaaaaaaaa :)

DO’A MASUK WC     
                            
اَللّهُمَّ اِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَا إِثِ.
“Alloohumma  innii a’uudzu bika minal khubutsi wal khobaaits.
Artinya :
 “Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan dan kotoran”.
                                                                           << /      
DO’A KELUAR WC
اَلْحَمْدُ الِلّهِ الَّذِيْ أَذْ هَبَ عَنِّى اْلأَذَاى وَعَافَانِيْ.
“alhamdu lillahil ladzii adzhaba ‘annil adzaa wa’aafaanii.
Artinya :
 “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kotoranku dan membuatku sehat”.

SHARE yuk, semoga bermanfaat buat kita semua.

Rabu, 16 April 2014

Apa itu Validitas dan Realibilitas

Validitas berasal dari bahasa Inggris dari kata validity yang berarti keabsahan atau kebenaran. Dalam konteks alat ukur atau instrumen asesmen, validitas berarti sejauh mana kecermatan atau ketepatan alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Sebuah instrumen yang valid akan menghasilkan data yang tepat seperti yang diinginkan.

1. Validitas menyatakan ketepatan interpretasi hasil bukan pada prosedurnya.
2. Validitas merupakan persoalan yang berkaitan dengan derajat (tingkatan)
3. Validitas selalu bersifat khusus untuk penggunaan atau interpretasi tertentu.
4. Validitas merupakan kesatuan konsep. Hakikat konsep validitas dipandang sebagai sebuah            kesatuan konsep berdasark an berbagai macam bagian dari fakta.
5. Validitas melibatkan sebuah keputusan evaluatif yang menyeluruh. 

Kata reliabilitas dalam bahasa Indonesia yang digunakan saat ini, sebenarnya diambil dari kata reliability dalam bahasa Inggris dan berasal dari kata reliable yang artinya dapat dipercaya,keajegan, konsisten, keandalan, kestabilan. Suatu tes dapat dikatakan reliabel jika tes tersebut menunjukkan hasil yang dapat dipercaya dan tidak bertentangan.
Menurut Sugiono (2005) Reliabilitas adalah serangkaian pengukuran atau serangkaian alat ukur yang memiliki konsistensi bila pengukuran yang dilakukan dengan alat ukur itu dilakukan secara berulang. Reabilitas tes adalah tingkat keajegan (konsitensi) suatu tes, yakni sejauh mana suatu tes dapat dipercaya untuk menghasilkan skor yang ajeg, relatif tidak berubah walaupun diteskan pada situasi yang berbeda-beda. Sedangkan Sukadji (2000) mengatakan bahwa reliabilitas suatu tes adalah seberapa besar derajat tes mengukur secara konsisten sasaran yang diukur. Reliabilitas dinyatakan dalam bentuk angka, biasanya sebagai koefisien. Koefisien tinggi berarti reliabilitas tinggi.
Menurut Nursalam (2003) Reliabilitas adalah kesamaan hasil pengukuran atau pengamatan bila fakta atau kenyataan hidup tadi diukur atau diamati berkali–kali dalam waktu yang berlainan. Alat dan cara mengukur atau mengamati sama–sama memegang peranan penting dalam waktu yang bersamaan.
Menurut Arifin (1991), suatu tes dapat dikatakan andal (reliable) jika tes tersebut mempunyai hasil yang taat asas (konsisten). Sedangkan Sudjana (2004) mengatakan bahwa reliabilitas suatu tes adalah ketepatan atau kejegan tes tersebut dalam menilai apa adanya, artinya kapan pun tes tersebut digunakanakan memberikan hasil yang sama atau relatif sama.
Berdasarkan beberapa pendapat tentang reliabilitas di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa reliabilitas adalah suatu pengukuran terhadap suatu tes yang melihat apakah tes tersebut dapat mengukur apa yang seharusnya di ukur.
B.           Jenis- Jenis Reliabilitas
Salah satu syarat agar hasil suatu tes dapat dipercaya adalah tes tersebut harus mempunyai reliabilitas yang memadai. Oleh karena itu Jaali dan Pudji (2008) membedakan reliabilitas menjadi 2 macam, yaitu :
  • Reliabilitas Konsistensi tanggapan, dan
  • Reliabilitas konsistensi gabungan item
1. Reliabilitas Konsistensi Tanggapan
Reliabilitas ini selalu mempersoalkan mengenai tanggapa responden atau objek terhadap tes tersebut apakah sudah baik atau konsisten. Dalam artian apabila tes yang telah di cobakan tersebut dilakukan pengukuran kembali terhadap obyek yang sama, apakah hasilnya masih tetap sama dengan pengukuran sebelumnya. Jika hasil pengukuran kedua menunjukkan ketidakonsistenan, maka hasil pengukuran tersebut tidak mengambarkan keadaan obyek yang sesungguhnya. Untuk mengetahui apakah suatu tes atau instrument tersebut sudah mantap atau konsisten, maka tes/instrument tersebut harus diuji kepada obyek ukur yang sama secara berulang-ulang.
Ada tiga mekanisme untuk memeriksa reliabilitas tanggapan responden terhadap tes (Jaali ; 2008) yaitu :
  • Teknik test-retest ialah pengetesan dua kali dengan menggunakan suatu tes yang sama pada waktu yang berbeda.
  • Teknik belah dua ialah pengetesan (pengukuran) yang dilakukan dengan dua kelompok item yang setara pada saat yang sama.
  • Bentuk ekivalen ialah pengetesan (pengukuran) yang dilakukan dengan menggunakan dua tes yang dibuat setara kemudian diberikan kepada responden atau obyek tes dalam waktu yang bersamaan.
2. Reliabilitas Konsistensi Gabungan Item
Reabilitas ini terkait dengan konsistensi antara item-item suatu tes atau instrument.. Apabila terhadap bagian obyek ukur yang sama, hasil pengukuran melalui item yang satu kontradiksi atau tidak konsisten dengan hasil ukur melalui item yang lain maka pengukuran dengan tes (alat ukur) sebagai suatu kesatuan itu tidak dapat dipercaya. Untuk itu jika terjadi hal demikian maka kita tidak bisa menyalahkan obyek ukur, melainkan alat ukur (tes) yang dipersalahkan, dengan mengatakan bahwa tes tersebut tidak reliable atau memiliki reliabilitas yang rendah.
Koefisien reliabilitas konsistensi gabungan item dapat dihitung dengan menggunakan 3 rumus (Jaali 2008), yakni :
  • Rumus Kuder-Richardson, yang dikenal dengan nama KR-20 dan KR-21.
  • Rumus koefisien Alpha atau Alpha Cronbach.
  • Rumus reliabilitas Hoyt, yang menggunakan analisis varian.

Miftah's world