Perkenalkan
nama saya Fadhlun Halim Regendo, saya Alumni Politeknik Sriwijaya Palembang
Tahun 2014. Latar belakang pendidikan saya ialah Teknik Elektro. Program studi
: Teknik Elektronika.
Kenapa
saya memilih program studi teknik elektronika karena menurut saya itu keren,
mengenai listrik dan bagi saya jurusan tersebut cocok banget buat laki-laki.
Ternyata setelah saya tahu Teknik Elektronika mempelajari tentang Arus Lemah
dan belajar cara membuat atau merakit robot..OMG, saya jadi berfikir itu sangat
sulit buat saya jalani, tetapi dengan landasan ibadah dan dukungan dari orang
tua serta keluarga membuat saya termotivasi dan berfikiran positif bahwa
jurusan yang telah saya pilih harus saya jalanin.
Baiklah
saya akan kupas tuntas semua cerita saya bagaimana saya menjalani dan melewati kehidupan
study di bangku kuliah.
“SAAT AKU WISUDA”
Awal
semester pertama seperti pada umumnya kuliah berjalan nampak biasa dan
dibutuhkan adaptasi terlebih dahulu. Pelajaran pertama saat kuliah langsung
masuk bengkel Elektronika dimana seumur umur tidak pernah memegang kikir,
memotong besi dan mengamplasnya untuk membuat profil yang diperintahkan oleh
Instruktur atau Dosen. Itu dibutuhkan tenaga yang extra, kesabaran dan
ketelitian untuk membuat profil tersebut, profil tersebut sesuai dengan ukuran.
Dimana Moto dikampus saya adalah “Tepat Waktu, Tepat Aturan dan Tepat Ukuran”. Alhamdulillah
kami semua mampu mengerjakan proyek pertama tersebut sehingga membuat saya
sedikit lega. Setelah selesai mata kuliah tersebut kamipun pulang dan hangout
bersama teman-teman, pergi ke mall dan karokean, karena awal semester kuliah
belum ada tugas yang diberikan oleh dosen.
Selanjutnya
kami mendapati pelajaran Rangkaian Elektronika dan ini juga pertama kalinya
saya memegang Solder. Kami diajari bagaimana cara menyolder yang baik,
menyolder kabel, menyolder tembaga dan menyolder paku payung. Pada saat
menyolder kabel saya kesulitan karena kabel yang saya solder itu tidak lurus
tetapi, saya coba terus dan alhamdulillah solderannya bagus dan kabelnya
menjadi lurus. Setelah itu, kami diberi tugas membuat rangkaian untuk
mengidupkan lampu dengan tegangann 5 V di papan yang dilapisi oleh kertas yang
telah dibuat kotak-kotak dan diatasnya ditusukkan paku payung sesuai dengan
ukuran standar layout yang diberikan oleh dosen, lalu saya mulai menyolder
kabel diatas paku payung untuk menghubungan antara paku payung satu dan yang
lainnya serta ada satu resistor yang berfungsi sebagai tahanan agar lampu tidak
putus. Akhirnya saya pun selesai membuat rangkaian tersebut dan menghadap dosen
untuk percobaan ternyata rangkaian saya itu lampunya hidup dan tegangannya 5 V,
rasanya sungguh sangat senang dapat menghidupkan bola lampu tersebut karena ada
teman saya yang lampunya gak hidup dan tegangannya kurang dari 5 volt.
Pada saat menjelang ujian semester
pertama saya terkena penyakit cacar air, oh my God padahal satu hari lagi
menejang ujian semester, jadi saya diajak abang saya berobat kedokter dan
dianjurkan minum air kelapa muda agar cacarnya cepat keluar, tetapi kondisi
tubuh saya kurang fit serta gatal-gatal menyerang meskipun begitu saya bertekad
besok harus ikut ujian karena saya gak mau ujian susulan dikarenakan suasananya
pasti sendirian dan mencekam. Dengan mengucapkan Bismillah saya minum obat dan
mengoleskan salep ditempat yang ada cacarnya, akhirnya sayapun berangkat
kekampus untuk mengikuti ujian.
Ujianpun dimulai mata kuliah pertama
adalah Agama Islam dan Bahsa Indonesia, sayapun bisa mengerjakan mata kuliah
Agama Islam dengan baik tetapi, ketika ujian Bahasa Indonesia tubuh saya drop,
panas semain tinggi dan gatal-gatalpun menyerang dan tidak konsentrasi lagi
mengerjakannya. Alhasil saya buru-buru untuk menyelesaikan soal tersebut dan
langsung pulang.
Hari
ke-2 badan saya mulai membaik dan saya dapat mengikuti ujian dengan konsentrasi
sampai hari-hari berikutnya.
Tibalah hasil dari ujian semester
pertama saya, hasilnya bagus tetapi saya sudah menduga bahwa nilai mata kuliah
Bahasa Indonesia mendapatkan nilai “C” dimana mata kuliah tersebut 3 SKS.
Sayapun disuruh menghadap dosen yang bersangkutan untuk mengerjakan tugas
perbaikan nilai dan akhirnya saya mendapatkan nilai “B” mata kuliah Bahasa
Indonesia. J
Semester dua pun dimulai dengan
pengembangan dasar-dasar elektronika. Kami ditugaskan untuk membuat “design
layout” sebagus mungkin, menurut saya ini lah tugas yang paling sulit di
semester ini, karena design layout yang kita buat tidak mungkin sama dengan
yang lain jadi kita harus kerja sendiri-sendiri dan mengatasi masalahnya
sendiri-sendiri pula. Disinilah saya sangat pusing membuat jalur rangkaian
tersebut, apalagi ditambah dengan posisi letak kaki IC (Intergrated Circuit) yang berupa seperti cermin artinya kebalikan dengan
posisi letak IC pada papan PCB (Print
Circuit Board), sayapun berulang ulang kali membuat layout tersebut dan
membuat saya pusing.
Dua minggu kemudian, bertemu kembali
dengan pelajaran tersebut dan saya berusaha semampu saya dan akhirnya mampu menyelesaikannya.
Sehubungan dengan itu proses pembuatan rangkaian elektronika adalah :
1. Membuat
design layout yang telah saya pelajari,
2. Pengeboran
papan PCB untuk meletakkan kaki komponen-komponen elketronika,
3. Setelah
itu dilaksanakan penyolderan komponen elektronika pada papan PCB.
Demikianlah
kegiatan kami sehari-hari dalam menyelesaikan tugas di semester dua.
Di pertengahan semester, yaitu
semester tiga pelajaran yang diterima semakin meningkat dan aktivitas kegiatan
semakin padat. Terutama pembuatan rangkaian yang judulnya ditentukann oleh
kelompok masing-masing. Kelompok saya terdiri dari 2 orang. Akhirnya kami
menentukan tugas yang diberikan dosen yang berjudul “Rangkaian Penghalau
Maling” Proyek ini dikerjakan dalam waktu enam bulan (satu semester) sedangkan
saya masih memiliki tugas mata kuliah elektronika Digital yang tingkat
kesulitannya cukup menguras tenaga dan pikiran. Selanjutnya hal itu saya
jadikan tantangan. Dalam membuat Rangkaian Penghalau Maling ini telah dilakukan
beberapa kali percobaan dan hasilnya selalu gagal ditambah lagi pada saat
pelajaran Elektronika Digital, saya mendapatkan tugas untuk menyelesaikan soal
yang ada di papan tulis tetapi, saya belum sanggup menyelesaikannya sehingga
dosen sayapun marah dan memerintahkan saya untuk membuat satu soal serta
jawabannya 100 kali. Saya pun fokus untuk menyelesaikan tugas tersebut.
Sehubungan dengan itu, barulah saya mengerjakan kembali
proyek rangkaian penghalau maling dimana saya coba kembali ternyata gagal lagi,
kendalanya jalurnya putus, komponennya terbakar, short circuit dan masih banyak
kendala-kendala yang mesti saya hadapi. Tetapi saya mencoba dan terus mencoba
karena saya termotivasi dengan perjuangan Thomas Alpha Edision yang berhasil
menemukan listrik dengan beribu-ribu kali percobaan. Akhirnya rangkaiann kami
berhasil pada saat menjelang satu hari sebelum rangkaian diuji coba oleh dosen
pembimbing. Pada saat menguji kembali ternyata rangkaian tersebut mati. Disaat
itu saya panik tetapi saya tidak berhenti untuk mencari letak gangguan
rangkaian saya dan sayapun menemukan gangguannya yang berada di kabel sumber
dengan kondisi solderan yang lepas. Akhirnya saya pun menyoldernya kembali.
Alhamdulillah pada saat melakukan pengujian didepan dosen, rangakain kami
berhasil dan kami pun tersenyum bahagia.
Rangkaian
Penghalau Maling
Setelah itu, dosen pembimbing kami
pun bertanya bagaimana cara kerja rangkaian tersebut dan hukum-hukum
elektronikanya. Saya pun menjawab dengan sigap, alhamdulillah kami pun mendapat
nilai “A” J
Memasuki semester empat, semakin
bertambahlah tugas dan kegiatan saya, dimana pada semester ini kami sudah
dijadwalkan untuk “Kerja Praktek” atau “Magang”. Kelompok saya mengajukan
proposal di Perushaan PT Pertamina (Persero) RU III Plaju Palembang. Pada bulan
Ramadhan proposal kami diterima oleh perusahaan. Kami mendapatkan wilayah
magang di maintenance area satu bagian
instrumentasi. 2 minggu kegiatan yang kami lakukan adalah teori tentang single
line diagram atau cara-cara kerja dari alat-alat yang ada di Pertamina, seperti
control valve, PLC (Programable Logic
Control), furnace dll. Setelah 2 minggu barulah kami diajak kelapangan
untuk mengenal cara kerja serta memulai memikirkan judul untuk laporan kerja
praktek.
Pada saat pengambilan judul laporan
kerja praktek, judul saya sama dengan teman satu kelompok saya, itu membuat
saya sedikit kesal karena saya lebih dahulu mengambil judul tersebut, akhirnya
saya putuskan untuk mengganti judul yang baru yaitu Tempratur Control pada
Furnace II PT Pertamina RU III Plaju. Saya mendapatkan pembimbing yang luar
biasa telitinya yang mebuat sedikit kaget, tetapi saya tetap jalani. Saya
berusaha mengerjakan laporan. Pada saat pertama bimbingan, saya kaget karena
suara yang lantang dari dosen pembimbing saya dan masih banyak juga yanng harus
di revisi. Ditambah lagi laporan kelompok untuk Perusahaan, belum lagi laporan
kelompok yang saya ajukan masih banyak direvisi juga, dimana saat itu
bertepatan dengan bulan ramadhan, saya sempat bolak balik untuk menemui dosen
pembimbing saya dan bolak balik ke perusahaan. Jarak tempuh dari perusahaan
kerumah sangat jauh, dan ke kampus saya lumayan jauh juga. Sehingga membuat
saya pusing, capek dan terkadang rasa malas itu akhirnya datang. Tetapi saya
harus tetap bertekad untuk dapat menyelesaikan laporan kelompok dan individu
saya, karena saya yakin semua akan ada hikmahnya.
Akhirnya setelah bertekad menyelesaikan
laporan KP (Kerja Praktek), saya fokus menyelesaikan laporan individu. Saya
bimbingan kembali dengan dosen pembimbing dan ternyata masih ada yang mesti di
revisi. saya tetap semangat mengerjakannya, berfikiran postif, dan tidak lupa
pula setiap pagi saya menegakkan solat sunah yaitu solat duha. Saya mengadukkan
semua kesulitan saya kepada Maha Pencipta (Allah SWT) dan ditambah keluarga
yang selalu medoakan dan mensupport saya. Setelah beberapa kali bimbingan,
akhirnya laporan individu saya di acc oleh dosen pembimbing. Alhamdulillah lega
rasanya, saya segera mendaftar untuk sidang KP (Kerja Praktek). Saat sidang
berlangsung saya mampu menjawab semua yang dosen penguji tanyakan dan selesai
sudah sidang KP saya, meskipun masih ada yang harus direvisi. Ternyata sidang
KP tidak begitu mebuat saya cemas hhe. Akhirnya keluar sudah nilai KP saya
yaitu “A”.
Berikutnya menempuh pendidikan di
semester 5. Pada semester ini, kami mempunyai mata kuliah “Microcontroller” yaitu inti dari pembuatan robot atau alat untuk
laporan akhir. Kami belajar dengan penuh semangat cara untuk membuat program
suatu rangkaian dan sekali lagi bahwa kuliah di Politeknik Sriwijaya ini tidak
lepas dari yang namanya tugas. Kami pun
diberi tugas kelompok dan individu pada mata kuliah “Microcontroller”. Kelompok kami memilih judul yaitu “ATAP STADION BUKA TUTUP OTOMATIS
MENGGUNAKAN MICROCONTROLLER AT MEGA 128” untuk tugas individunya membuat “SISTEM MINIMUM MENGGUNAKAN MICROCONTROLLER
AT MEGA 835”
Pada saat mengerjakan proyek
tersebut banyak menemukan kendala diantaranya pembuatan mekanik atap stadion
yang bahannya menggunakan almunium serta plat baja untuk dindingnya. Bukan itu
saja terkadang ada kendala dijadwal untuk mengerjakan proyek tersebut dengan
teman kelompok, terkadang saya bisa mengerjakannya pada hari senin, teman saya
tidak bisa dan sebaliknya. Sehingga kami mencari solusi dan menetapkan jadwal
pembuatan proyek ini. Terdapat lagi kendala peralatan serta komponen yang sulit
didapatkan maka dari itu kami mengatasinya dengan cara memesan ONLINE di dunia Eleketronik. Itu pun
membutuhkan waktu yang cukup lama untuk proses pengiriman. Hari pun semakin
mendekati proses pengumpulan dan persentasi alat yang dibuat. Kamipun mulai
kebingungan dan pusing memikirkannya. Jadi kami bertanya dan meminta pendapat
dengan kakak senior, alhamdulillah kakak senior kami baik mau mengajarkannya.
Kami pun dalam satu
minggu 4 kali begadang untuk menyelesaikan proyek ini. Akhirnya proyek pun
selesai dan siap di persentasikan, tetapi masih ada satu proyek lagi yang mesti
diselesaikan yaitu tugas individu “Sistem minimum menggunakan microcontroller
AT Mega 835” saat itu saya sudah melakukan 6 kali percobaan dan yang ke-7 nya
alhamdulillah berhasil.
Atap
stadion buka tutup otomatis
Sedangkan
teman saya pun sudah 10 kali melakukan percobaan belum juga berhasil, memang
tugas individu ini harus dikerjakan dengan penuh ketelitian, karena setiap
komponen memiliki nilai yang harus dijaga kestabilannya. Oleh karena itu, kami
yang sudah menyelesaikan tugas individu ini saling membantu teman yang lainnya
untuk menyelesaikan tugas tersebut.
Akhirnya
sampai juga di semester akhir yaitu semester enam yaitu semester yang
menegangkan dan penuh tanda tanya dibelakangku, karena sudah harus memikirkan
judul laporan akhir. Kemudian baru mencari teman kelompok. Setelah mendapatkan
teman kelompok, selanjutnya memikirkan judul apa yang akan diajukan. Kami
memiliki beberapa judul diantaranya :
1. Miniatur
smart stadion sepak bola menggunakan AT Mega 128
2. Alat
pemeroses PCB otomatis menggunakan printer epson L800 microcontroller AT Mega
128
Pertama
saya mengajukan judul yang ke satu tetapi dosen pembimbing saya tidak setuju
karena terlalu mudah untuk dua orang. Kemudian saya mengajukan judul
selanjutnya selain itu yaitu judul yang ke dua “Alat pemeroses PCB otomatis menggunakan printer epson L800
microcontroller AT Mega 128” Alhamdulillah di setujui dosen pembimbing
walaupun dihati kami bingung karena pembuatan alat ini baru pertama kali dibuat
di Politeknik Negeri Sriwijaya.
Setelah
itu proses pembutan dimulai dari sketsa alat, menentukan ukuran mekaniknya dan
mempersiapkan komponen elektronikanya. Awalnya pembuatan mekaniknya belum
menemukan kendala. Sampai memasuki proses pembuatan alat atau rangkaian
elektronikanya serta program yang akan dibuat. Pada posisi tersebutlah banyak
menemukan kendala diantaranya modifikasi printer, penggantian tinta, pemasangan
sensor membutuhkan waktu yang sangat panjang. Kamipun semakin tertekan, teman
saya ada yang sudah menyelsaikan alat LA (laporan akhir) nya dalam waktu 3
bulan. Kami sempat berfikir alat ini tidak dapat selesai tepat waktu. Tetapi
dengan semangat dan dorongan dari orang tua serta teman-teman kamipun berusaha
dengan keras untuk menyelesaikannya mulai dari nyolder, mengelas, begadang,
serta pergi kerumah kakak senior yang jauh, semua kami lakukan demi untuk
mengikuti WISUDA. Waktu pun semakin
sempit, alat kamipun masih belum selesai masih terkendala di printer khususnya
pada saat pencetakan layout pada papan PCB. Kami semakin berdebar-debar
ditambah uang sudah habis kurang lebih 10 Juta belum lagi bimbingan dosen,
serta laporan yang terus direvisi oleh dosen pembimbing. Karena alat dan
laporan yang dibuat belum selesai kamipun di TUNDA 2 minggu untuk mengikuti
sidang LA. Oh My God... betapa sedihnya saya...
Sekali
lagi dengan dorongan semangat dan dukungan teman-teman serta saya ingat
kata-kata ustadz Yusuf Mansyur “bahwa Allah tidak akan memberikan ujian
melebihi batas kemampuan hambaNya” dan teringat kata-kata kakak perempuan saya
adalah dik, coba kamu laksanakan solat duha sebanyak 8 rakaat karena saya
membaca official Ustdaz Yusuf Mansyur “The Miracle of Sholat Duha”
Alhamdulillah
semuanya berjalan lancar, akhirnya alat dan laporan akhir saya selesai dan siap
untuk di sidangkan...
Sidangpun
tiba, saya adalah orang yang pertama maju untuk sidang pada rombongan saya,
tidak lupa membaca bissmillah saya memasuki ruang sidang. Sidangpun berjalan
lancar dan saya dinyatakan LULUS. Alhamdulillah.......
Siap
untuk di wisuda pada tanggal 31 Agustus 2014 dan alhamdulilah saya dapat
mengabdikan ilmu saya pada PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA (PT. PLN PERSERO)...........
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
||||
![]() |
||||
![]() |
||||













